Semalem, saya cari makan di gudeg langganan, letaknya di sudut Gedung bioskop Permata di jalan Sultan Agung, g sangka, saya ketemu kawan lama saya, yang notabene dia asisten kuasa hukum (pengacara) terkenal di kota Yogyakarta. Mungkin karena track record yang bagus pengacara itu menjadi terkenal, dan hampir seluruh pejabat di kota jogja memakai jasa pengacara ini.
Salutnya, kawan saya ini kerja ga kenal waktu, pernah saya juga ketemu di sebuah cafe, ketika itu pukul 2 pagi, dia masih mendampingi si bos nya untuk urusan sebuah kerjaan.( saya juga ngapain ya ampe jam 2 pagi disana,hehehe, ketemu klien juga)
Malem itu, ngobrol2 dikit, saya tanya, sedang menanganai kasus apa gitu, dia dengan jujur berkata, bosnya ikut andil dalam tim kuasa hukum si Urip Tri Gunawan ini……
Hahaha, saya hanya tersenyum, kawan saya ini langsung bilang, “”hehehe bro…No comment dah untuk kasus ini”, katanya..
Sip dah, kebetulan kawan saya ini paham dengan karakter saya, apalagi yang bersinggungan dengan kasus korupsi, weleh2…saya paling anti korupsi dengan seperti itu…
Hmm, harus nya memang seperti itu, harus ada asas praduga tak bersalah, terlepas si Urip ini telah melanggar kode etik jabatannya sebagai jaksa.
Membongkar kasus korupsi ini, saya pikir harus dimulai dulu dengan pembenahan di unsur SDM nya, siapa itu? ya aparatur penegak hukumnya, dari Kejaksaan, Kepolisian, Kehakiman, sampai dengan Pemerintahannya…harus ada komitmen yang kuat untuk memberantas tindak korupsi yang sudah sangat mengakar ini…
Kalian sudah sepakat lah, bahwa dari unsur2 yang saya sebutkan diatas, mempunyai tingkat kebocoran tertinggi untuk masalah korupsi…payah memang…
Gimana mau memberantas, kalau saja aparat yang memberantas mempunyai watak/ kebiasaan untuk melakukan korupsi….
Ya mari kita kembalikan ke forum saja lah…
Mari kita pikirkan untuk membuat maju Negara ini….



Ada baiknya kita kembali meniru karakter para pendiri republik ini, mereka dan sudah kita dengar ceritanya, betapa mereka ingin membangun bangsa ini dengan hati yang jernih. Dari hati yang jernih, keluar pikiran dan perbuatan jernih pulak, iya kan pak?.
betul!!