Tanpa sebuah foreplay menggoda, wanita tak mudah ditaklukkan di atas ranjang. Bukannya wanita sulit dirangsang, hanya saja, wanita memiliki lebih banyak syarat agar tubuhnya mampu menerima rangsangan dan merasa nyaman dengan aktivitas seksual.
Bila hubungan seksual kerap terasa kurang ‘panas’, besar kemungkinan hal itu terjadi karena kurangnya pemanasan, sehingga Anda masih belum terlalu siap. Tapi, jangan dulu patah arang, dan tak perlu terlalu menyalahkan pasangan. Kini, saatnya Anda berinovasi. Ambil alih dominasi, tuntun pasangan Anda sesuai keingingan. Foreplay bukan semata menghangatkan suasana, tetapi membuat Anda lebih nyaman, selain mempersiapkan kelamin lebih matang.
Salah satu foreplay sensual yang cukup menggoda hati adalah ciuman hangat di bagian leher. Ciuman ini bisa membuat Anda semakin larut dalam gelora dan bergerak aktif menikmati seluruh sentuhan yang diberikan pasangan.
Setelah ciuman cukup menghangatkan tubuh, Anda bisa semakin memperpanas suasana dengan saling melepaskan baju. Lakukan secara perlahan dan disertai beberapa gerakan nakal.
Menikmati pijatan mesra dari pasangan sembari menyaksikan film porno (blue film) berdua di kamar juga bisa bisa dipertimbangkan. Rasa nyaman dari pijatan akan mendorong otak bekerja dengan lebih optimal, jadi tekanan-tekanan kecil yang dibuat oleh pasangan Anda akan mengurangi tekanan pikiran yang biasanya menghambat tubuh Anda untuk bersikap santai dan menerima. Sementara gambar yang Anda nikmati dari film porno akan menstimulus gairah Anda dan tentunya mendorong birahi yang malas bergeliat.
(HW/dila) – SUARAMERDEKA
-
buat nambah trafik ah…
kkikikikikikikiki
ah…bagaimana dengan ” Minuman keras itu haram!!!! ( bagi wanita hamil, anak – anak, dan remaja ), atau yang lebih keras lagi… ” Berzina itu haram!!!!( bagi wanita hamil, anak – anak dan remaja)”
Dua Orang Sumbing Sedang Bercinta
Payudara IdealObsesi untuk mendapatkan payudara yang lebih besar bukanlah hal baru. Boleh dibilang hampir semua wanita menjadikan payudara sebagai sumber kepercayaan diri akan kecantikannya. Bahkan di Asia, permintaan untuk bra berukuran lebih besar semakin meningkat di banding beberapa tahun lalu. Oleh karena itu, opini bahwa sebagian besar wanita Asia memiliki payudara kecil, tidak lagi berlaku. Namun, apakah yang menyebabkan perubahan ini?

